Facebook

Polisi Aceh Buru Senjata Api Ilegal

OLEH NURDIN HASAN

Banda Aceh, TAG – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Aceh akan melancarkan operasi khusus untuk memburu senjata api ilegal yang jumlahnya diperkirakan antara 800 hingga 1.000 pucuk masih dimiliki warga sipil, kata jurubicara polisi, Senin.
Senjata api ilegal  - TGJ PHOTO
Kombes Pol Gustav Leo, jurubicara Polda Aceh, menyatakan, operasi khusus itu dimulai Selasa, yaitu setelah berakhirnya masa ultimatum Kapolda Aceh kepada masyarakat Aceh yang memiliki dan menyimpan senjata api, amunisi, dan bahan peledak ilegal agar menyerahkannya kepada polisi.

“Ini operasi penegakan hukum yang dilakukan polisi untuk memberi rasa aman kepada masyarakat Aceh karena keberadaan senjata api ilegal selama ini sudah sangat meresahkan,” kata Gustav.

Dia juga menyatakan sejak Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan mengeluarkan maklumat pada 14 Februari lalu, telah ada sembilan pucuk senjata yang diterima Polda Aceh yaitu enam pucuk ditemukan dan tiga lainnya diserahkan oleh warga.
Tapi, Gustav mengaku belum mendapatkan informasi detil dari Direktorat Intelijen Polda Aceh siapa saja warga yang telah menyerahkan senjata api itu. Sedangkan laporan dari Polres-Polres yang ada di Aceh apakah ada warga yang sudah menyerahkan senjata api, Gustav mengaku belum mendapatkannya karena baru Selasa besok laporan itu diserahkan.
Dalam melaksanakan operasi dengan sandi ‘Kilat Rencong 2012’, tambah Gustav, polisi dibantu oleh personel TNI. Polisi juga akan meningkatkan razia di jalanan.
“Polisi juga akan melakukan operasi dari rumah ke rumah yang dicurigai masih memiliki senjata api secara ilegal. Operasi dari rumah ke rumah akan dilakukan dengan prosedur dan standar operasi tanpa membuat takut masyarakat karena polisi baru melakukannya apabila sudah mendapatkan informasi valid mengenai adanya senjata api di rumah itu,” katanya.
Ia mengharapkan pada warga Aceh agar mendukung langkah polisi dalam upaya memberikan rasa aman karena “sekarang bukan saatnya lagi menyimpan senjata api, tetapi membangun Aceh ke arah yang lebih baik.”
“Warga yang tidak memiliki dan menyimpan senjata api, tidak perlu takut karena polisi dalam melaksanakan operasi bertindak secara profesional,” jelas Gustav. “Kalau nanti ada warga yang memiliki senjata melawan, maka akan dilumpuhkan sesuai prosedur hukum yang berlaku.”
Jurubicara Polda Aceh itu menambahkan bahwa operasi polisi akan difokuskan di enam kabupaten/kota yaitu kabupaten-kabupaten Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur dan Kota Lhokseumawe. Sedangkan kabupaten/kota lain di Aceh operasi rutin juga tetap dilakukan.
Senjata api ilegal yang masih berada di tangan warga sipil diyakini merupakan senjata bekas konflik sebelum perdamaian antara Pemerintah Indonesia dengan pemberontak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) terwujud pada 2005.
Keenam daerah yang menjadi fokus utama operasi untuk memburu senjata api ilegal itu ketika konflik dulu dikenal sebagai basis kekuatan gerilyawan GAM.
Gustav menambahkan operasi 'Sikat Rencong 2012' akan dilaksanakan hingga 11 Maret mendatang.
“Sebenarnya satuan-satuan wilayah sudah punya target dari laporan masyarakat serta hasil penembangan dan penyelidikan intelijen,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kapolda Aceh mengeluarkan maklumat kepada warga Aceh untuk menyerahkan senjata api, amunisi dan bahan peledak paling lambat tanggal 20 Februari kepada polisi mulai dari Polda, Polres dan Polsek.
“Terhadap masyarakat yang masih memiliki, menyimpan atu menyembunyikan senjata api, amunisi dan bahan peledak secara illegal sampai batas waktu yang dijadikan bukti terjadinya kejahatan sampai adanya keputusan hukum berlaku,” ujar Iskandar Hasan dalam maklumatnya yang dikeluarkan pekan lalu.
Mengutip UU No 12/1951 pasal 1, maklumat itu menyebutkan sanksi kurungan berupa hukuman mati, penjara seumur hidup atau 20 tahun terhadap mereka yang masih memiliki senjata api illegal.
Aceh merupakan bekas daerah konflik bersenjata antara pemberontak GAM dan pasukan keamanan Indonesia. Kendati sudah terwujud perdamaian sejak Agustus 2005, tetapi sejumlah aksi kekerasan bersenjata masih sering terjadi.
Malahan, menjelang pelaksanaan Pilkada yang dijadwalkan pada 9 April mendatang untuk memilih gubernur, 13 bupati dan empat walikota, sejumlah aksi kekerasan yang menggunakan senjata api telah mengakibatkan sembilan warga sipil tewas, sejak Desember lalu.
Jajaran Polda Aceh sepanjang 2011 menerima 43 pucuk senjata, puluhan granat aktif dan lebih dari 7.000 butir peluru yang diserahkan masyarakat. []
Polisi Aceh Buru Senjata Api Ilegal Polisi Aceh Buru Senjata Api Ilegal Reviewed by Nurdin Hasan on February 20, 2012 Rating: 5

Ads

Powered by Blogger.