Facebook

Kala Tentara Bersaman Ria


Banda Aceh, TAG - Ribuan lelaki berbadan tegap dengan rambut cepak. Mereka didampingi ratusan perempuan memasuki bagian timur Lapangan Blang Padang di Kota Banda Aceh. Dipandu seekor gajah bergading panjang menjulang, mereka menuju tengah lapangan yang luasnya sekitar delapan hektar. Pakaiannya warna-warni cerah, khas adat Aceh.

Perlahan berjalan setapak demi setapak, tanpa alas kaki. Kepala para lelaki diikat kain warna-warni, sedangkan kaum perempuan yang berada di baris terdepan dipadu jilbab ketat untuk menutupi sanggul.

Mereka lalu bersimpuh di rumput becek karena pada malam harinya hujan deras mengguyur Banda Aceh. Diiringi lantunan syair-syair Aceh penuh semangat para lelaki dan wanita yang tak lain adalah prajurit TNI Kodam Iskandar Muda dan istrinya atau ibu-ibu Persit itu mulai beraksi, menari Saman – tarian tradisional Aceh yang telah terdaftar di UNESCO sebagai heritage dunia.

Tarian Saman adalah sebuah tarian tradisional dari Kabupaten Gayo Lues untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair yang diperdengarkan biasanya dalam bahasa Arab dan Gayo atau Aceh. Tarian ini diciptakan Syekh Saman, ulama besar Gayo pada zaman dulu untuk menyiarkan agama Islam melalui tarian sehingga syairnya sarat pesan agama dan nasihat.

Hentakan tangan, gelengan kepala dan goyangan badan dimainkan serentak oleh para prajurit seperti layaknya penari profesional. Tidak terlihat kaku dari tubuh-tubuh kekar tentara itu. Mereka leluasa melentur badannya serentak. Beberapa kali terdengar tepuk tangan dari ribuan warga yang memadati pinggir lapangan. Mereka beraksi sekitar 15 menit melenggak lenggok badan, menghentak tangan dan gerakan lain sambil duduk.

Tidak terlihat canggung ketika para prajurit itu menggerak-gerakkan badannya. Gerakan mereka sama dan serentak. Tak ada yang terantuk kepala saat gerakan mereka makin cepat. Tangan-tangan mereka diangkat dan ditepuk ketika penari lain menunduk kepala sehingga Saman juga dikenal sebagai tarian seribu tangan.

Senyum sumringah terus terpancar dari wajah-wajah prajurit TNI yang terlibat dalam aksi kolosal hari Rabu itu. Meski rumput becek dan pakaiannya kotor, tak membuat mereka kurang bersemangat untuk mempersembahkan penampilan terbaiknya, karena pertunjukan Saman secara massal ini menjadi rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Usai performa tarian Saman yang diikuti lebih 3.000 personel prajurit TNI serta para istrinya, dilakukan penyerahan piagam terpecahnya rekor dunia MURI karena sebelumnya rekor itu dipegang oleh sekitar 1.000 remaja yang menari Saman di taman Monumen Nasional (Monas) Jakarta, tujuh bulan silam. Piagam itu diserahkan oleh Damian Awan Raharjo, Deputi Manager MURI pada Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen Adi Mulyono.

Damian yang ditanya wartawan usai penyerahan rekor dunia dari MURI kepada Kodam Iskandar Muda menyatakan pertunjukan prajurit TNI ialah prestasi membanggakan karena rekor MURI terpecahkan di Aceh, provinsi yang memiliki tarian Saman.

“Dengan pemberian rekor dunia MURI, kita sebenarnya ingin memotivasi semua pihak untuk menyelamatkan berbagai ragam budaya Indonesia dari kepunahan,” katanya. “Sebagai contoh tarian Rapa’i Geleng dari Aceh Selatan terancam punah. Untuk itu, kita berharap dengan adanya pemberian rekor MURI bisa mengangkat ragam budaya Indonesia yang jumlahnya sangat banyak.”

Kol. Inf. Anton Nugroho, ketua panitia kegiatan itu mengatakan bahwa jumlah mereka yang dilibatkan dalam tarian kolosal itu terdiri dari 2.525 prajurit dan 500 istri personel TNI Kodam Iskandar Muda. Tarian massal itu digelar sebagai bagian dari peringatan HUT Kodam Iskandar Muda ke-54 tahun.

“Mereka latihan di kesatuan masing-masing selama sebulan dibantu pelatih tarian Saman profesional. Lalu dalam seminggu terakhir, mereka berlatih secara massal di lapangan ini untuk memadukan gerakan agar sama,” kata Anton yang mengaku sangat puas atas kesuksesan event kolosal tersebut.

Pangdam Iskandar Muda, Mayjen Adi Mulyono mengatakan alasan utama pihaknya memainkan tarian saman secara kolosal adalah “untuk memberi image kepada orang luar bahwa Aceh sudah benar-benar aman dan kondusif.”

“Kita berharap melalui pertunjukan ini akan banyak orang yang datang ke Aceh sehingga bisa mensejahterakan masyarakat daerah ini,” tambahnya.

Apalagi, Pemerintah Kota Banda Aceh telah mencanangkan tahun 2011 sebagai visit Banda Aceh Year. Diharapkan akan banyak turis dalam dan luar negeri yang datang ke Aceh. Selain menawarkan wisata tsunami, Pemerintah Banda Aceh kini gencar mempromosikan ibukota Provinsi Aceh itu sebagai lokasi kunjungan wisata Islami.

Adi mengaku pihaknya siap membantu Pemerintah Kota Banda Aceh, mempromosikan wisata di daerah ini. "Bila diminta untuk mengulangi penampilan tarian Saman secara massal pada peringatan enam tahun tsunami, kami siap," katanya menanggapi wartawan yang bertanya soal kemungkinan aksi prajurit TNI itu ditampilkan lagi pada 26 Desember mendatang.

Hanidar, seorang istri prajurit TNI yang ikut menari secara massal itu mengaku sempat gugup saat memasuki tengah lapangan. “Saya deg-degan juga karena takut nanti tidak bisa sama gerakannya. Tapi syukurnya, kami bisa memainkan dengan baik dan sempurna,” katanya. “Saya benar-benar bangga karena kami bisa pecahkan rekor MURI.”

Serka Nelson mengaku bangga karena rekor dunia MURI berhasil dipecahkan oleh prajurit TNI. “Kami tidak begitu mengalami kesulitan karena persiapannya cukup lama,” katanya. “Saya sangat senang sekali bisa terlibat dalam pertujukan massal ini.”[]
Kala Tentara Bersaman Ria Kala Tentara Bersaman Ria Reviewed by Nurdin Hasan on December 23, 2010 Rating: 5

No comments:

Ads

Powered by Blogger.